Generasi Milenial Juga Rentan Terhadap Berbagai Penyakit, Ini 6 Diantaranya


Hidup di usia produktif berarti mampu melakukan banyak hal yang tidak bisa lansia atau anak kecil lakukan. Ya, itulah kelebihan yang dimiliki oleh generasi milenial. Meski demikian, tidak berarti generasi milenial terbebas begitu saja dari ancaman berbagai gangguan kesehatan. Pasalnya, gaya hidup yang kini dijalani oleh generasi tersebut bisa menyeret mereka kepada beberapa penyakit.

Dilansir dari The Wall Street Journal, antibiotik kini telah kehilangan efektivitasnya lebih cepat. Di sisi lain, semakin banyak ilmuwan tidak bertanggung jawab yang menciptakan, memproduksi, dan mendistribusikan virus baru dari hasil gabungan beberapa penyakit. Coba saja bayangkan, apabila banyak virus penyakit yang tidak memiliki penawarnya, tentu itu akan membahayakan keselamatan jiwa berbagai generasi, terutama generasi milenial.

Di sisi lain, dikutip dari Bustle dan Reader’s Digest, ada pula penyakit yang tidak berhubungan dengan kedua hal tersebut tapi tetap rentan dialami oleh generasi milenial saat ini maupun nanti. Beberapa penyakit tersebut adalah sebagai berikut:

Kehilangan kemampuan mendengar lebih cepat

Sudah menjadi rahasia umum bahwa generasi milenal lebih sering mengenakan earphone sehari-hari, baik untuk mendengarkan musik atau agar tidak terusik oleh orang lain. Padahal, terlalu sering mengenakan earphone dalam volume suara yang tinggi bisa merusak fungsi gendang telinga hingga mengakibatkan hilangnya kemampuan mendengar (tuli) sebelum lanjut usia.

Lebih rentan terkena gangguan pada lambung

Generasi milenial berada di usia yang produktif, sehingga mereka lebih rentan mengalami stres dan sakit kepala. Keadaan ini memang dapat diatasi dengan mengonsumsi obat-obatan golongan ibuprofen. Namun sayang, obat golongan tersebut bisa meningkatkan risiko gangguan lambung di kemudian hari.

Obesitas

Orang dewasa muda yang sibuk kerap menyepelekan soal asupan gizi. Asalkan enak dan tidak ribet, semuanya dilahap begitu saja.

“Bisa dipastikan, para milenial tidak akan menolak jika disuguhi piza, mi goreng, hamburger, nugget, dan ayam goreng” jelas dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Padahal, semakin banyak lemak dan gula yang Anda konsumsi, semakin tinggi pula risiko generasi milenial terkena obesitas. Kalau sudah terkena obesitas? Risiko terkena penyakit kronis lainnya, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung akan meningkat berlipat ganda.

Penyakit menular seksual

Adanya fenomena pergaulan bebas yang kini banyak dilakoni oleh generasi milenial turut menyebabkan angka penularan penyakit menular seksual semakin tinggi.

Dilansir dari Reader’s Digest, angka pengidap klamidia naik sebanyak 6 persen dari tahun 2014, gonore naik 13 persen, dan sifilis naik hingga 19 persen. Sedangkan, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dewasa muda yang aktif secara seksual cenderung tidak menggunakan kondom sebagai pelindung. Hal ini tentu membuat risiko penyakit menular seksual menjadi lebih tinggi.

Gangguan cemas

Menurut dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter, media sosial dan teknologi dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap generasi milenial. Salah satu dampak negatif akibat hal tersebut adalah meningkatnya kecemasan. Terjadinya hal tersebut umumnya dipicu oleh penentuan masa depan yang belum pasti dan sifat kompetitif yang dimiliki oleh generasi ini.

Stroke

Dilansir dari Reader’s Digest, sebuah penelitian dari CDC menemukan bahwa risiko stroke pada pria dan wanita muda telah meningkat dalam 20 tahun terakhir. Saat ini, stroke bisa menimpa pria berusia 18 hingga 34 tahun. Penyebabnya tentu saja gaya hidup yang buruk. Dimulai dari asupan serat yang kurang, kebiasaan merokok dari usia muda, melupakan olahraga karena terlalu sibuk bekerja, dan obesitas.

Nah, itulah beberapa penyakit yang rentan dialami oleh generasi milenial, baik kini maupun nanti. Jika tak ingin menjadi mengalaminya, ubahlah gaya hidup Anda mulai saat ini.

Terlepas dari generasi milenial atau bukan, Anda dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup sehat dan aktif. Caranya, selalu aktif bergerak, jaga berat badan ideal, perhatikan asupan nutrisi, istirahat yang cukup, jangan terlalu “gila gawai” dan sering lembur, hindari pergaulan bebas, dan jauhi merokok maupun minuman beralkohol. Berperilaku sehat sedini mungkin akan menjadi “tabungan” Anda di masa depan.
 
 [NB/ RVS/KlikDokter]
 
 
 

Posting Komentar

0 Komentar