Begini Nikmatnya Satu Hari Petualangan Kuliner di Pontianak

Mendengar Pontianak, pasti langsung teringat dengan Tugu Khatulistiwa yang terkenal itu. Belakangan, nama ibu kota Kalimantan Barat ini juga terangkat karena menjadi lokasi syuting film Aruna dan Lidahnya. Tentu saja, seperti Aruna, Farish, Bono, dan Nad, petualangan kuliner wajib masuk dalam agenda liburan Anda saat berada di sini.

Keunikan ragam kuliner Pontianak memang tidak akan Anda temukan di kota mana pun. Akulturasi budaya Cina, Melayu, dan Jawa berpadu dalam semangkuk atau sepiring hidangan lokal yang luar biasa nikmat. Satu hari pun sebetulnya tidak cukup untuk memanjakan lidah dengan aneka sajian lezat di Pontianak. Namun, Anda perlu sering bertanya pada penjual atau pemandu lokal saat hendak bersantap, khususnya terkait halal atau tidaknya makanan tersebut.

Satu Hari Petualangan Kuliner

Meski demikian, masih banyak alternatif makanan halal lain yang tak kalah menggoda di Kota Khatulistiwa ini. Memang budaya Cina sangat dominan hadir dalam berbagai sajian makanan setempat, tetapi Anda juga bisa menikmati versi halal dengan rasa yang tak kalah lezat. Nah, berikut 5 tempat bersantap yang harus Anda kunjungi selama satu hari petualangan kuliner di Pontianak.

Warung Kopi Suka Hati

Sumber: tukangjalanjajan.com

Ya, inilah penjaja pisang goreng, roti, dan keladi goreng hangat dengan selai srikaya paling enak se-Indonesia. Berbeda dengan srikaya Bangka atau Medan, rasa legit manis dan kelembutan selai ini memang tidak ada duanya. Apalagi, jika dioles pada roti, pisang goreng, atau keladi. Plus, secangkir kopi susu untuk melengkapi orkestra rasa dalam mulut Anda. Dijamin, Anda ingin sarapan setiap hari di warung kopi yang terletak di Jalan Tanjungpura ini. 

Warung Pak Ngah

Bubor paddas adalah makanan asli Sambas yang populer di Pontianak. Anda bisa menjumpainya di Warung Pak Ngah, Jalan Pangeran Nata Kusuma. Sekilas sajian ini mirip tinutuan ala Manado, berisi bubur dengan kikil, daging, atau tulang, serta daun kesum, sejenis daun basil lokal. Sayuran berupa daun pakis dan umbi-umbian menghasilkan cita rasa unik yang kaya rempah. Penasaran kan ingin mencicipi? 

Rumah Makan Sahara

Berada di Jalan Tanjungpura, rumah makan ini menyajikan makanan khas Melayu dengan sentuhan India dan Arab. Kari kambing, paceri nanas, dan dalca menjadi hidangan lokal yang patut dicoba. Paceri meupakan gulai sayuran tapi tidak bersantan. Dalca adalah santapan Keraton Kesultanan Kadariah yang terpengaruh budaya India, berupa gulai sayuran (kubis, terung, kacang panjang, dan wortel) yang memakai kacang hijau sebagai pengental kuah. Sudah berdiri selama puluhan tahun, kini rumah makan ini dikelola oleh generasi ketiga. 

Choi Pan

Kue kukus dengan kulit tepung beras ini dapat berisi kacang hijau kupas, daun kucai, keladi, bengkuang, atau rebung. Lebih lezat dinikmati hangat dengan taburan bawang putih goreng, Anda bisa menemukannya di kawasan Siantan. Rasa asin dan gurih membuat Anda ingin makan lagi, lagi, dan lagi. 

Kwetiauw Apollo 

Sumber: thestoryofus-pasty.blogspot.com

Ini yang paling tersohor di Pontianak, Kwetiauw Apollo, terletak di Jalan Pattimura. Telah melayani pembeli sejak tahun 1968, tidak perlu khawatir dengan penampilan sederhana rumah makan ini. Rasa kwetiauw yang dihidangkan sudah teruji puluhan tahun dan memiliki pelanggan dari berbagai kalangan. Menu andalan tentu saja kwetiauw siram sapi dan kwetiauw goreng. Lezat disantap untuk menghangatkan perut di malam hari.

Menyebutkan 5 rumah makan itu saja sudah membuat Anda menelan ludah, bukan? Lebih baik Anda segera mewujudkan keinginan mencicipi aneka makanan enak tersebut dengan mencari tiket pesawat promo Februari 2019 menuju Pontianak. Cara paling mudah adalah berkunjung ke website Airy. Selain tiket pesawat, Anda pun bisa memesan penginapan murah di website tersebut.

Jika tiket murah dan booking kamar sudah di tangan, Anda tinggal terbang langsung ke Pontianak. Jangan lupa kosongkan perut untuk bertualang kuliner seharian sampai puas, ya!







Posting Komentar

0 Komentar